TIMESINDONESIA.MY.ID - Wilayah Kabupaten Bogor kini tengah terdampak sebaran abu vulkanik yang berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Fenomena alam ini mulai memicu kekhawatiran terkait kesehatan dan kelancaran aktivitas warga di wilayah tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Pemerintah Kabupaten Bogor kini telah menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi udara terus memburuk. Opsi yang disiapkan meliputi penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain kebijakan bagi pegawai, pemerintah daerah juga mempertimbangkan penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa sekolah. Hal ini dilakukan demi melindungi kesehatan masyarakat dari paparan abu vulkanik yang terbawa angin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memberikan penjelasan mengenai syarat diberlakukannya kebijakan tersebut. Menurutnya, langkah ini akan diambil jika intensitas abu vulkanik di lapangan menunjukkan tren peningkatan yang berkelanjutan.

"Kecuali kalau memang ada debu itu berkelanjutan, kalau lihat situasinya berkelanjutan gitu, debu datang terus-menerus, maka mungkin opsi (WFH dan PJJ) itu akan dipilih," ujar Ajat Rochmat Jatnika.

Hingga saat ini, pemerintah setempat belum memberlakukan kebijakan bekerja atau belajar dari rumah secara resmi. Fokus utama pemerintah saat ini masih tertuju pada upaya mitigasi dampak abu di area publik.

Pihak Pemerintah Kabupaten Bogor telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pembersihan di sejumlah fasilitas penting. Langkah ini bertujuan agar kegiatan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

"Dari informasi yang didapat memang dampak ke kita debu ya. Nah, tadi untuk memastikan itu kegiatan sekolah, kegiatan perkantoran, kegiatan pelayanan publik tidak terganggu dan normal seperti biasa memang diperintahkan hari ini untuk melakukan pembersihan sarana-sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, perkantoran, itu yang kita lakukan," ungkap Ajat Rochmat Jatnika.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi terkait kondisi kualitas udara. Pembersihan sarana prasarana dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas esok hari tetap dapat berlangsung dengan aman.