TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi lingkungan di Jawa Barat kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah daerah akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meningkat. Berdasarkan data terbaru, tercatat sudah ada 132 kejadian kebakaran hingga tanggal 24 Agustus 2026.

Peristiwa kebakaran tersebut tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga telah menghanguskan total lahan seluas 196,40 hektare. Luasnya area yang terdampak memicu kekhawatiran akan potensi kerusakan alam yang lebih luas di wilayah Jawa Barat.

Merespons situasi darurat tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM angkat bicara mengenai langkah mitigasi yang harus segera diambil. Beliau menekankan perlunya tindakan preventif yang lebih tegas dari pemerintah daerah setempat.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan KDM adalah tingginya aktivitas pendakian gunung yang berisiko memicu titik api baru. Oleh karena itu, beliau mengusulkan agar kegiatan pendakian di sejumlah wilayah dihentikan sementara waktu.

"Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara," ujar Dedi Mulyadi.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar tidak ada lagi oknum pendaki yang secara tidak sengaja memicu kebakaran di area hutan yang sedang kering. KDM berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti imbauan tersebut demi menjaga kelestarian hutan di Jawa Barat.

Dikutip dari detikJabar, informasi mengenai kebijakan ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat pada Senin (31/8/2026). Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna meminimalkan risiko karhutla susulan.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google