TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) malam membawa dampak nyata bagi wilayah Jawa Barat. Sebaran abu vulkanik dari fenomena alam tersebut kini dilaporkan telah mencapai beberapa titik di Kabupaten Sukabumi.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi merespons cepat situasi ini dengan memantau kondisi di lapangan. Langkah preventif pun mulai dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penyesuaian jadwal masuk sekolah bagi para siswa.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian mendalam terkait situasi tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar kesehatan serta kenyamanan para pelajar tetap terjaga dari paparan abu vulkanik.

Dikutip dari Kompas.com, Bupati Asep Japar mengungkapkan bahwa sebaran abu telah terdeteksi di beberapa kecamatan. Kondisi ini terutama dirasakan oleh warga yang bermukim di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

"Kecamatan Cicurug terus juga ke perbatasan sana, dan area Kecamatan Cikembaran. Kalau sampai saat ini kan belum ada (dampak parahnya ya)," ujar Asep Japar.

Menurut keterangan Bupati, banyak warga yang melaporkan bahwa halaman rumah mereka mulai dipenuhi oleh lapisan abu vulkanik. Hal ini terjadi akibat terbawa angin setelah erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Sabtu malam.

Meskipun sebaran abu sudah terlihat di permukaan, Bupati menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan dampak yang bersifat parah bagi masyarakat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi yang terdampak.

Langkah ini menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari potensi gangguan kesehatan akibat polusi udara. Penyesuaian jadwal sekolah menjadi opsi yang diprioritaskan demi keamanan proses belajar mengajar.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Kabupaten Sukabumi masih dalam pengawasan otoritas setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah terkait perkembangan kondisi abu vulkanik.