TIMESINDONESIA.MY.ID - Memasuki bulan September 2026, Samsung kembali memperkuat posisinya di pasar gawai Indonesia dengan meluncurkan berbagai inovasi teknologi terbaru. Perusahaan asal Korea Selatan ini kini lebih fokus pada integrasi kecerdasan buatan atau AI yang beroperasi langsung di dalam perangkat.
Dikutip dari Jumin Tantrikarta, perkembangan teknologi saat ini membawa perubahan signifikan pada cara pengguna berinteraksi dengan ponsel pintar mereka. Fokus inovasi tidak lagi sekadar pada desain fisik, melainkan pada kecerdasan sistem yang tertanam di dalam perangkat.
"Pabrikan raksasa asal Korea Selatan ini kini tidak lagi hanya berpusat pada seberapa tipis layar bisa dilipat atau seberapa besar resolusi kamera, melainkan beralih fokus pada integrasi kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di dalam perangkat," ujar Jumin Tantrikarta.
Bagi konsumen yang menyukai perangkat lipat, Samsung menghadirkan Galaxy Z Flip 8 dan Z Fold 8 dengan peningkatan durabilitas yang signifikan. Layar lipat pada generasi kedelapan ini diklaim hampir tidak terlihat bekas lipatannya dengan bodi yang lebih tipis namun tangguh terhadap air dan debu.
Pilihan bagi pengguna yang lebih menyukai ponsel konvensional tersedia melalui Galaxy S26 Series yang menawarkan performa tinggi. Seri ini mencakup model reguler, Plus, hingga varian tertinggi S26 Ultra yang menggunakan material titanium serta layar dengan lapisan kaca antipantul.
Untuk segmen menengah dan pemula, Samsung tetap menyediakan lini Galaxy A yang dikenal memiliki daya tahan baterai serta kualitas layar yang mumpuni. Seri ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan perangkat fungsional dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap stylish.
"Memilih ponsel pintar adalah bentuk investasi jangka panjang, oleh karena itu selalu sesuaikan dengan prioritas utama kebutuhan kalian," kata Jumin Tantrikarta.
Selain itu, konsumen disarankan untuk membeli gawai melalui saluran distribusi resmi guna menjamin perlindungan garansi. Pembelian melalui toko resmi juga penting untuk menghindari risiko pemblokiran sinyal jaringan yang kerap terjadi pada perangkat tidak resmi atau ilegal.
"Pastikan kalian membeli dari gerai atau toko ritel daring yang resmi agar gawai terhindar dari pemblokiran sinyal jaringan yang belakangan ini sering terjadi pada gawai tidak resmi dari luar negeri," tambah Jumin Tantrikarta.