TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini tengah mengintensifkan distribusi bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi dengan cepat dan tepat sasaran.

Dikutip dari Kompas.com, langkah percepatan ini dilakukan melalui koordinasi intensif antar instansi terkait. Bantuan tersebut dikirimkan menggunakan berbagai moda transportasi, baik melalui jalur udara, darat, maupun laut, demi menjangkau seluruh lokasi yang terdampak bencana.

Proses penyaluran bantuan ini telah berlangsung secara bertahap sejak 15 Agustus hingga Minggu, 30 Agustus 2026. Selama periode tersebut, BNPB mencatat total bantuan yang telah didistribusikan kepada warga terdampak mencapai angka 1.954 ton.

Bantuan logistik tersebut bersumber dari beberapa pos anggaran dan kontribusi pihak lain. Secara rinci, alokasi bantuan terdiri dari donasi masyarakat sebanyak 565 ton serta dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dengan nilai setara 1.065 ton.

Terkait distribusi logistik tersebut, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memberikan keterangan pers secara daring pada Minggu. Beliau memaparkan detail mengenai akumulasi bantuan yang telah disalurkan hingga hari ini.

"Sebanyak 1.954 ton bantuan telah disalurkan ke dua pos kami yang berada di Maumere maupun Labuan Bajo, dan bantuan tersebut berasal dari berbagai donasi, kami ucapkan terima kasih sebanyak 566 ton," ujar Berton SP Panjaitan.

Pemerintah memastikan bahwa posko-posko di lapangan akan terus memantau kebutuhan warga di lokasi gempa. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada kendala dalam proses pembagian logistik kepada para korban yang membutuhkan bantuan mendesak.

Upaya tanggap darurat ini akan terus berlanjut hingga kondisi di lokasi terdampak gempa di NTT dinyatakan stabil. BNPB berkomitmen untuk menjaga transparansi dan efektivitas dalam penyaluran bantuan bagi seluruh masyarakat terdampak.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google