TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten Nias terus berupaya memastikan konektivitas jalur penghubung antara Nias dan Nias Selatan tetap terjaga. Langkah ini dilakukan menyusul kerusakan jalan nasional di Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato, akibat bencana longsor.
Dikutip dari sumber berita terkait, Pemerintah Kabupaten Nias bekerja sama dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara untuk menangani masalah ini. Mereka telah melakukan penanganan sementara agar akses transportasi masyarakat tidak terputus total.
Kejadian longsor susulan tersebut menimpa titik jalan di kilometer 47+800 pada 25 Juli 2026. Lokasi ini merupakan akses krusial bagi mobilitas warga sehari-hari serta jalur distribusi barang penting.
Selain mobilitas penduduk, ruas jalan ini juga menjadi urat nadi bagi pasokan kebutuhan pokok ke wilayah Kabupaten Nias Selatan. Termasuk di dalamnya adalah jalur distribusi bahan bakar minyak yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Pihak otoritas terkait kini tengah memfokuskan persiapan perbaikan secara permanen pada titik-titik yang dinilai kritis. Langkah ini diambil agar bencana serupa tidak kembali melumpuhkan akses utama di wilayah tersebut.
"Penanganan secara permanen untuk titik jalan tersebut telah resmi dimasukkan ke dalam paket preservasi jalan yang sedang berjalan," ujar Syamsul Rizal.
Mengenai kelanjutan teknis pengerjaan, pihak kementerian sedang memproses tahapan pengadaan jasa konstruksi. Proses ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan kualitas perbaikan jalan sesuai standar yang ditetapkan.
"Saat ini, proses pengadaan sedang memasuki tahap evaluasi terhadap penyedia jasa, dan kami menargetkan seluruh pengerjaan selesai pada akhir September 2026," kata Syamsul Rizal.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Sumatera Utara itu dalam forum Rapat Koordinasi Wilayah Sumatera Utara untuk Kepulauan Nias. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pembangunan infrastruktur di kawasan kepulauan.