TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari sumber asli, sebuah fenomena unik sempat mewarnai dinamika perdagangan di wilayah Manggarai. Praktik ini dikenal luas oleh masyarakat setempat dengan sebutan 'Tukang Ganda Obat'.
Di masa lalu, para penjual obat ini kerap memilih ruang publik sebagai tempat operasional utama. Pasar tradisional menjadi lokasi favorit bagi mereka untuk menjajakan dagangan kepada masyarakat luas.
"Dulu, para penjual obat yang sering disebut masyarakat Manggarai sebagai Tukang Ganda Obat, kerap membuka lapak di tempat umum, terutama pasar tradisional," tulis sumber tersebut.
Strategi yang digunakan para penjual ini tergolong cukup cerdik untuk menarik minat calon pembeli. Mereka biasanya mengawali aktivitasnya dengan menampilkan pertunjukan sulap yang memikat perhatian pengunjung pasar.
"Modus operandi mereka sudah sangat familiar bagi kita, di mana mereka mengawali kegiatan dengan melakukan pertunjukan sulap yang atraktif," jelas sumber tersebut.
Pertunjukan tersebut terbukti efektif menjadi magnet bagi masyarakat sekitar. Kerumunan orang pun terbentuk secara alami karena penasaran dengan atraksi yang disuguhkan oleh kelompok tersebut.
"Jelas, hal ini menjadi magnet bagi masyarakat sehingga mereka berkerumun mengelilingi kelompok Tukang Ganda Obat tersebut," tambah narasi dalam artikel aslinya.
Setelah kerumunan cukup banyak, para penjual mulai memperkenalkan berbagai jenis obat. Produk yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari bentuk, ukuran, hingga warna yang mencolok.
"Saat itulah mereka mulai memperkenalkan obat-obatan yang tersedia dalam berbagai macam bentuk, ukuran, dan warna," tulis sumber tersebut.