TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi tersebut memicu perhatian serius dari pihak legislatif terkait langkah mitigasi bencana nasional.
Dikutip dari Kompas.com, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, Ade Ginanjar, memberikan imbauan penting kepada pemerintah. Ia menekankan perlunya penguatan sistem kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman erupsi.
Pernyataan tersebut muncul setelah tercatat adanya erupsi yang terjadi pada periode yang berdekatan. Beberapa gunung yang dilaporkan aktif antara lain Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru.
"Prioritas kita adalah menyelamatkan masyarakat. Transportasi harus aman, informasi harus cepat dan akurat, serta Basarnas harus siap ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Negara harus hadir bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi sejak tanda-tanda ancaman terdeteksi," ujar Ade Ginanjar.
Ade Ginanjar menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memandang setiap peristiwa erupsi sebagai kejadian yang terpisah atau berdiri sendiri. Menurutnya, pola erupsi yang berdekatan memerlukan kewaspadaan yang lebih terintegrasi.
"Negara harus memastikan seluruh sistem siap menghadapi kemungkinan dampak yang meluas terhadap masyarakat dan konektivitas nasional," kata Ade Ginanjar dalam siaran pers yang diterbitkan pada Minggu (6/9/2026).
Langkah proaktif dinilai sangat krusial untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana. Selain itu, aspek konektivitas nasional dan sektor transportasi juga menjadi poin penting yang harus dijaga keamanannya.
Upaya mitigasi yang menyeluruh diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi potensi bencana geologi. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh warga negara.