TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri tengah bersiap menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memastikan kebutuhan logistik dasar warga di lokasi terdampak tetap terpenuhi.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang memetakan wilayah mana saja yang paling membutuhkan bantuan. Proses pemetaan ini krusial agar distribusi logistik tepat sasaran dan efektif di lapangan.
"Ya, ini kita sedang memantau kira-kira daerah mana. Bisa dua arah," kata Tito Karnavian.
Dikutip dari Kompas.com, pemerintah telah menetapkan dua skema utama dalam penyaluran bantuan tersebut. Skema pertama berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik berdasarkan usulan resmi yang disampaikan langsung oleh pemerintah daerah setempat.
Skema tersebut dirancang untuk mempermudah koordinasi antara pusat dan daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan mendesak. Dengan adanya usulan resmi, pemerintah dapat memastikan bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi warga di lapangan.
Pemerintah juga berencana mengoptimalkan jalur laut untuk mempercepat proses pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah yang terdampak erupsi. Langkah ini diambil karena efektivitas kapal besar dalam membawa logistik dalam jumlah banyak.
"Kita akan melakukan langkah koordinasi menggunakan jalur laut, menggunakan kapal-kapal besar, terutama dari aset TNI AL, kemudian dari kepolisian, dan dari BUMN yang bergerak dalam jasa angkutan laut untuk membantu," ujar Tito Karnavian.
Pengerahan armada dari berbagai instansi seperti TNI Angkatan Laut, Kepolisian, serta perusahaan BUMN di sektor transportasi laut menjadi kunci utama dalam strategi ini. Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat menembus kendala logistik yang mungkin terjadi akibat paparan abu vulkanik.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian dalam sebuah konferensi pers daring yang berlangsung pada Minggu (6/9/2026). Langkah koordinasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memitigasi dampak bencana erupsi bagi warga sekitar.