TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah fasilitas umum berupa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, tengah menjadi sorotan publik. Kondisi desain jembatan tersebut dinilai menyulitkan warga karena akses turunnya tidak langsung terhubung dengan trotoar.
Dikutip dari detikcom, JPO ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diketahui salah satu titik turunnya berakhir tepat di tengah jalan raya. Hal ini memaksa para pejalan kaki untuk kembali menyeberang jalan setelah turun dari jembatan.
Lokasi fasilitas tersebut berada persis di titik lampu merah persimpangan Jalan Dewi Sartika yang mengarah ke Jalan Otto Iskandardinata. Peninjauan langsung dilakukan di lokasi tersebut pada Sabtu (5/9/2026).
Kondisi fisik JPO saat ini tampak memprihatinkan karena sudah terlihat usang dan tidak terawat. Beberapa bagian jembatan mengalami kerusakan yang cukup terlihat jelas oleh mata.
"JPO ini tampak sudah usang dengan kondisi banyak cat terkelupas serta sejumlah dinding pagar yang copot," ujar detikcom dalam pantauannya di lokasi.
Permasalahan utama dari JPO ini terletak pada alur akses yang tidak memberikan perlindungan maksimal bagi pejalan kaki. Pengguna jembatan merasa kebingungan karena setelah menyeberang, mereka masih harus menghadapi risiko lalu lintas di badan jalan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai faktor keamanan dan kenyamanan penggunaan infrastruktur publik. Banyak pihak berharap adanya perbaikan desain agar jembatan benar-benar berfungsi sebagai sarana penyeberangan yang aman.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai rencana perbaikan atau revitalisasi JPO tersebut dari pihak terkait. Masyarakat berharap pemerintah segera meninjau ulang fungsi JPO demi keselamatan bersama.