TIMESINDONESIA.MY.ID - Wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami peristiwa tektonik berupa gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,0. Fenomena alam ini terjadi pada hari ini dan cukup dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dikutip dari Detik.com, peristiwa gempa tersebut diketahui memiliki titik pusat pada kedalaman dangkal, yakni sekitar 10 kilometer. Lokasi episentrum yang cukup dekat dengan permukaan ini membuat getaran terasa cukup signifikan bagi warga di sekitar wilayah terdampak.

Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih melakukan pendataan mengenai dampak fisik maupun kerusakan bangunan yang mungkin timbul akibat guncangan tersebut. Tim penanggulangan bencana setempat telah disiagakan untuk memantau situasi di lapangan secara intensif.

Masyarakat yang berada di wilayah Manggarai dan sekitarnya diminta untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait potensi gempa susulan," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Pihak BMKG juga menegaskan bahwa mereka terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut secara real-time. Informasi mengenai perkembangan situasi akan terus diperbarui melalui saluran resmi guna memastikan masyarakat mendapatkan data yang akurat.

Selain itu, warga diminta untuk selalu memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi pemerintah. Langkah ini penting dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat yang sedang dalam situasi siaga.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini tengah berkoordinasi untuk melakukan pemantauan lebih lanjut di titik-titik yang terdampak getaran. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi.

"Kami terus melakukan pemantauan secara ketat dan memberikan laporan terkini kepada publik agar masyarakat bisa melakukan langkah mitigasi yang diperlukan," kata Daryono.