TIMESINDONESIA.MY.ID - Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, kini memasuki fase krusial. Agenda utama yang dinanti-nantikan oleh para peserta adalah penentuan tata cara pemilihan ketua umum PBNU yang baru.
Presidium Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, Muhammad Nuh, memberikan penjelasan resmi terkait teknis pengambilan keputusan tersebut. Ia memastikan bahwa proses penentuan mekanisme pemilihan akan dilaksanakan secara tertutup.
Dikutip dari Kompas.com, Muhammad Nuh menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kenyamanan para peserta. "Mekanismenya, kita menghargai privasi dari Muktamirin, pengambilan voting-nya secara tertutup. Yaitu mengusulkan tertulis, cemplungkan (ke kotak suara)," ujar Muhammad Nuh.
Voting tersebut menjadi penentu krusial mengenai metode pemilihan ketua umum PBNU ke depannya. Para Muktamirin dihadapkan pada dua pilihan utama, yakni pemilihan secara langsung atau melalui perwakilan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Meskipun agenda ini merupakan tambahan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU, pihak panitia memastikan bahwa seluruh jadwal tetap berjalan sesuai rencana awal. Efisiensi waktu menjadi prioritas agar agenda pemilihan dapat segera terlaksana dengan tertib.
Mengenai kelanjutan dari proses voting tersebut, Muhammad Nuh memberikan keterangan lebih lanjut. "Masih sesuai dengan jadwal. Begitu nanti ini sudah kita ambil yang A (langsung) atau yang B (dipilih AHWA), terus kita tetapkan, kita sahkan tata tertib pemilihannya," imbuh Muhammad Nuh.
Keputusan mengenai tata cara ini sangat menentukan alur pemilihan ketua umum selanjutnya. Seluruh delegasi yang hadir pada Sabtu (29/8/2026) di lokasi Muktamar diharapkan dapat mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh presidium sidang.
Langkah ini mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga demokrasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan tetap dijunjung tinggi meski teknis pemungutan suara dilakukan secara tertutup.
Dengan selesainya tahap penentuan mekanisme ini, Muktamar ke-35 NU diharapkan segera memasuki agenda pemilihan ketua umum. Seluruh pihak yang terlibat kini tengah fokus menunggu hasil voting yang akan menentukan arah kepemimpinan PBNU di masa depan.