TIMESINDONESIA.MY.ID - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pesan penting mengenai integritas aparatur negara dalam menghadapi agenda pemilihan umum. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan hari jadi partai yang ke-25.

Peristiwa ini berlangsung di Jakarta pada Sabtu (5/9/2026). Dalam pidatonya, AHY menekankan bahwa profesionalisme aparatur harus dijaga demi kelancaran proses demokrasi di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, AHY menegaskan bahwa seluruh elemen negara memiliki kewajiban untuk berdiri di atas kepentingan semua golongan. Hal ini dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pemilu.

"Salah satu amanah penting Reformasi adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan. TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral, termasuk dalam setiap pemilu. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua," ujar AHY.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyoroti sejarah berdirinya Partai Demokrat yang lahir pada tahun 2001. Partai ini muncul sebagai bagian dari dinamika politik pasca-era Reformasi di Tanah Air.

Ia kemudian mengingatkan kembali mengenai berbagai persoalan sosial dan politik yang melatarbelakangi lahirnya gerakan Reformasi di masa lalu. Pemahaman sejarah ini menjadi dasar bagi pentingnya menjaga netralitas aparatur negara saat ini.

Langkah ini dianggap sebagai solusi praktis bagi stabilitas nasional agar tidak terjadi keberpihakan yang mencederai proses demokrasi. Netralitas aparatur negara dipandang sebagai fondasi agar pemilu dapat berjalan dengan jujur dan adil.

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tetap fokus pada tugas pelayanan publik. Dengan bersikap netral, aparatur negara dapat memastikan bahwa suara rakyat tersalurkan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google