TIMESINDONESIA.MY.ID - Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, sempat diguncang oleh peristiwa gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2. Fenomena alam tersebut terjadi pada Senin malam, 24 Agustus 2026.

Dikutip dari Kompas.com, guncangan gempa tersebut sempat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah kecamatan yang berada di wilayah Maluku Barat Daya. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran warga akan adanya kerusakan infrastruktur.

Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Barat Daya segera melakukan tindakan tanggap darurat. Pihak BPBD langsung melakukan pemantauan intensif di berbagai lokasi terdampak sejak gempa terjadi.

Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, tim BPBD telah menyelesaikan proses pendataan di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kondisi wilayah tetap stabil dan aman bagi seluruh masyarakat setempat.

"Tidak ada kerusakan akibat gempa tersebut," ujar Kepala BPBD Maluku Barat Daya, Djemi Lico.

Pihak BPBD menjelaskan bahwa meskipun getaran gempa sempat dirasakan cukup luas, intensitasnya tergolong relatif kecil. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa tidak ada dampak kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas publik.

"Kami telah melakukan pemantauan di sejumlah wilayah sejak gempa terjadi hingga saat ini dan hasilnya tidak ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut," kata Djemi Lico.

Hingga saat ini, aktivitas masyarakat di Maluku Barat Daya terpantau berjalan normal seperti biasa. Pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi bencana alam di masa mendatang.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google