TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali memberikan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan di Indonesia. Sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju Jakarta terpaksa dihentikan sementara.

Dikutip dari Kompas.com, kebijakan penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ini diambil sebagai langkah antisipasi. Hal tersebut dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang akibat sebaran abu vulkanik di jalur udara.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Hingga Minggu pagi pukul 06.30 Wita, tercatat sebanyak delapan penerbangan rute Jakarta-Manado dan sebaliknya mengalami pembatalan.

Langkah penghentian operasional ini merujuk pada standar keselamatan penerbangan yang berlaku. Pihak otoritas bandara terus memantau perkembangan terkini terkait sebaran abu vulkanik di ruang udara Jakarta.

"Berdasarkan NOTAM terbaru Nomor A3344/26 NOTAMR A3341/26, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dinyatakan ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik," ujar Radityo Ari Purwoko.

Penutupan operasional bandara ini tidak bersifat permanen dan terus dievaluasi secara berkala. Durasi penutupan bergantung pada kondisi cuaca dan intensitas sebaran debu vulkanik di sekitar lokasi.

"Penutupan yang sebelumnya diperkirakan sampai pukul 05.30 WIB diperpanjang hingga sekitar 09.30 WIB, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan," kata Radityo Ari Purwoko.

Pihak pengelola bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk selalu memantau informasi terkini. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak maskapai terkait perubahan jadwal keberangkatan atau kedatangan.

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap fenomena alam bagi sektor transportasi udara. Keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas utama bagi pihak pengelola bandara dalam menghadapi situasi darurat ini.