TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, situasi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini tengah menjadi perhatian serius pihak berwenang. Hal ini menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang terjadi pada akhir Agustus lalu.

Peristiwa erupsi yang terjadi pada Senin (31/8/2026) tersebut memaksa ratusan penduduk harus meninggalkan rumah mereka. Langkah evakuasi diambil demi menjamin keselamatan warga dari ancaman lontaran material vulkanik maupun awan panas.

Terkait kebijakan mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengambil langkah tegas. Status gunung berapi tersebut kini resmi dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.

"PVMBG telah meningkatkan status menjadi Level III atau Siaga terhitung sejak 31 Agustus 2026. Saat ini, sebanyak 208 kepala keluarga atau 615 jiwa telah mengungsi di Pos Pengungsian Desa Suka Tepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Pernyataan tersebut disampaikan Berton dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi pada Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala.

Sebagai bentuk kepedulian, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bantuan logistik telah didistribusikan kepada para pengungsi. Penyaluran bantuan ini dilakukan guna meringankan beban masyarakat yang berada di lokasi penampungan sementara.

"Tim telah menyalurkan sejumlah bantuan ke Pos Pengungsian Desa Suka Tepu," kata Berton SP Panjaitan.

Bantuan yang diberikan pemerintah mencakup kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama masa pengungsian. Beberapa di antaranya meliputi matras, selimut, paket sembako, masker, serta perlengkapan kebersihan diri.

"Bantuan tersebut berupa matras, selimut, paket sembako, masker, dan perlengkapan kebersihan atau hygiene kit," jelas Berton SP Panjaitan.