TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan pada awal pekan ini. Kondisi alam tersebut berdampak langsung pada sektor transportasi udara di sekitar kawasan terdampak.

Akibat sebaran abu vulkanik dan demi menjamin keselamatan penerbangan, otoritas terkait memutuskan untuk menghentikan operasional di empat bandara. Langkah ini diambil sebagai prosedur standar keamanan penerbangan nasional.

Dikutip dari detikcom, pihak pengelola bandara telah memberikan pernyataan resmi terkait situasi terkini di lapangan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai parameter keselamatan udara.

"Memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa bandara yang mengalami penghentian operasional penerbangan," ujar pihak InJourney Airports.

Penutupan operasional penerbangan di empat bandara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026) pagi. Batas waktu penghentian layanan ditetapkan tepat pada pukul 08.59 WIB.

Selama periode penutupan ini, seluruh aktivitas penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan, dihentikan sementara. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh abu vulkanik terhadap mesin pesawat.

Pihak otoritas penerbangan mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap tenang dan memantau perkembangan situasi. Informasi mengenai jadwal penerbangan terbaru akan terus diperbarui oleh pihak maskapai terkait.

"Para penumpang diimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala status penerbangan masing-masing," kata pihak InJourney Airports.

Para pengguna jasa transportasi udara diharapkan dapat memahami situasi darurat ini demi keselamatan bersama. Penumpang disarankan untuk menghubungi layanan pelanggan maskapai masing-masing guna mendapatkan solusi atas pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan.