TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat memicu langkah antisipasi dari pihak otoritas penerbangan di Indonesia. Dampak sebaran abu vulkanik memaksa pengelola bandara untuk mengambil kebijakan strategis demi menjamin keselamatan penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di bawah naungan Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi intensif. Langkah ini melibatkan operator penerbangan, pengelola bandara, serta layanan navigasi terkait untuk memantau situasi terkini di lapangan.
Pemantauan ketat juga dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini dilakukan guna memastikan dampak abu vulkanik tidak membahayakan keselamatan lalu lintas udara di sekitar Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
Dikutip dari sumber berita terkait, kebijakan penutupan sementara ini diberlakukan secara resmi mulai Minggu dini hari. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk melindungi seluruh operasional penerbangan dari risiko paparan abu erupsi.
"Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, saat ini Minggu (6/9), Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB s.d 05.30 WIB," ujar Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk mitigasi risiko atas aktivitas vulkanik yang terjadi. Seluruh pihak terkait diimbau untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi otoritas penerbangan guna memantau perkembangan operasional bandara setelah pukul 05.30 WIB.
Keselamatan penumpang dan kru pesawat tetap menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini. Pihak otoritas terus berupaya agar operasional bandara dapat kembali normal segera setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman untuk dilintasi.