TIMES INDONESIA – Desainer Lianto Wongso bersama putranya, Solomon Stevano Putra Wongso, dari rumah mode Wong Hang Tailor, memamerkan karya terbaru mereka dalam rangkaian The Midsummer Dream Wedding Trunk Show by the Proposal yang digelar pada 8 Agustus 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Acara ini menandai pertemuan antara dunia busana pria pengantin (groom), bespoke tailoring, dan perspektif tailoring internasional yang dibawa oleh Solomon.

Bagi keluarga Wongso, momentum ini bukan sekadar perhelatan mode atau pernikahan. Ini menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan bagaimana tradisi tailoring Indonesia dapat terus berkembang, berpadu dengan pengalaman internasional, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Bagi saya, event ini bukan sekadar sebuah peragaan busana, tetapi sebuah momentum penting bagi Solomon untuk menunjukkan bahwa seorang tailor Indonesia juga mampu membawa standar craftsmanship ke level internasional. Saya sebagai ayah sekaligus seorang Master Tailor melihat ini sebagai sebuah kebanggaan, tetapi juga sebagai awal dari perjalanan yang jauh lebih besar," ungkap Lianto Wongso pada Selasa (12/8/2026).

Lianto, yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Amerika Serikat, menambahkan bahwa karier putranya terus berkembang. "Solomon menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia harus membuktikan dirinya bukan hanya sebagai anak dari seorang tailor yang sudah memiliki pengalaman dan nama, tetapi sebagai seorang desainer dan tailor dengan karakter serta identitasnya sendiri. Karena itu saya selalu mengingatkan dia, jangan hanya mengejar nama besar—bangun karya yang membuat orang mengingat siapa Solomon," pesannya.

Solomon merupakan generasi keempat dari keluarga Wong Hang Tailor yang berakar sejak tahun 1933. Ia memasuki karier profesionalnya setelah menyelesaikan pendidikan desainer di Savile Row Academy, London. Pengalaman belajarnya di sana menjadi fondasi penting.

"Ilmu dari London harus diterjemahkan dengan kreativitas, karakter, dan pemahaman terhadap pasar Indonesia. Tantangan terbesarnya justru bagaimana mempertahankan standar craftsmanship yang tinggi sekaligus menciptakan sesuatu yang relevan dan memiliki identitas sendiri," jelas Lianto Wongso.

Wong Hang Tailor telah lama dipercaya oleh berbagai kalangan penting di Indonesia, termasuk keluarga Istana Presiden dan tokoh-tokoh kenegaraan. Reputasi tersebut dibangun melalui konsistensi, ketelitian, craftsmanship, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Lianto menegaskan bahwa tailoring bukan sekadar membuat pakaian; sebuah bespoke suit membawa karakter, kenyamanan, penampilan, dan kepercayaan pemakainya. Oleh karena itu, setiap detail menjadi bagian dari tanggung jawab seorang tailor.

"Sebagai orang tua, tentu saya bangga. Tetapi saya juga tidak ingin terlalu cepat mengatakan bahwa dia sudah berhasil. Justru sekarang tantangannya dimulai," tegasnya.

Keterlibatan Solomon dalam The Midsummer Dream Wedding ini menjadi pembuktian dirinya sebagai seorang profesional di bidang tailoring. "Acara sebesar ini harus menjadi pembuktian bahwa apa yang dia pelajari dan kerjakan selama ini bisa menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai dan tempat di industri mode," ujar Lianto Wongso.