TIMESINDONESIA.MY.ID - Suasana Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang mendadak memanas. Peristiwa ini terjadi di tengah berlangsungnya agenda krusial dalam rangkaian muktamar tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, ketegangan fisik sempat mewarnai area di depan Ruang Sidang Pleno IV. Insiden ini melibatkan massa simpatisan dengan pihak panitia lokal yang bertugas menjaga jalannya kegiatan.
Kejadian tersebut berlangsung pada siang hari, tepatnya sekitar pukul 13.40 WIB. Massa aksi terlihat berupaya merangsek masuk menembus barikade pengamanan yang telah disiagakan oleh panitia setempat.
Pemicu utama dari aksi tersebut adalah tuntutan massa terkait perubahan syarat calon ketua umum PBNU. Mereka secara khusus menyuarakan keberatan mengenai aturan jeda tunggu bagi mantan pejabat politik yang ingin mencalonkan diri.
Di lokasi kejadian, sempat terlihat aksi saling dorong yang cukup sengit di depan pintu masuk ruang muktamar. Bahkan, sebuah spanduk yang terpasang di sisi timur area acara dilaporkan robek akibat desakan massa.
"Massa aksi yang menyuarakan perubahan syarat calon ketua umum PBNU terkait jeda tunggu eks pejabat politik merangsek menembus petugas keamanan lokal," ujar pihak yang memantau lokasi kejadian sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
"Sidang Pleno IV Penetapan Tata Tertib (Tatib) diwarnai perdebatan khususnya berkaitan syarat calon ketua umum PBNU," kata sumber informasi yang dilansir dari Kompas.com.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara muktamar terus berupaya menenangkan situasi agar agenda sidang dapat kembali berjalan dengan kondusif. Fokus utama panitia adalah memastikan tata tertib pemilihan dapat segera ditetapkan sesuai dengan jadwal yang telah disusun.