TIMESINDONESIA.MY.ID - Bagi banyak nelayan tradisional, pergi melaut sering kali menjadi sebuah pertaruhan besar. Mereka harus mengorbankan waktu, tenaga, serta biaya bahan bakar yang tidak sedikit demi menjemput rezeki di tengah luasnya samudra.

Sayangnya, ketidakpastian hasil tangkapan kerap menjadi momok yang menakutkan bagi para pencari ikan. Tidak jarang, nelayan harus pulang dengan tangan hampa setelah menghabiskan waktu berhari-hari di laut.

Fenomena ini menjadi perhatian serius di wilayah Cilacap Selatan, Jawa Tengah. Berdasarkan data MetaSeaco, tercatat sekitar 41 persen dari total 6.806 perjalanan melaut di wilayah tersebut berakhir dengan kerugian ekonomi.

Kondisi memprihatinkan itulah yang mendorong sebuah startup binaan program Pertamuda Pertamina untuk menghadirkan solusi teknologi. Mereka mengembangkan sebuah platform bernama Iwak yang dirancang khusus untuk membantu nelayan.

Teknologi ini mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan data satelit yang akurat. Fungsinya adalah memetakan kondisi perairan secara real-time demi efisiensi operasional nelayan.

"Inovasi ini membantu nelayan menentukan kapan waktu terbaik untuk melaut, jenis ikan yang menjadi target, hingga titik koordinat lokasi tangkapan yang paling potensial," ujar perwakilan pengembang teknologi Iwak.

Dikutip dari Pertamina, keberadaan teknologi ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian. Dengan informasi yang presisi, nelayan diharapkan tidak lagi membuang bahan bakar untuk lokasi yang minim ikan.

Langkah ini menjadi bukti nyata bagaimana pemanfaatan teknologi tepat guna dapat menyentuh sektor ekonomi akar rumput. Diharapkan, kesejahteraan nelayan di Cilacap dapat meningkat seiring dengan penggunaan teknologi berbasis data ini.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google