TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Agenda besar tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo membagikan refleksi pribadinya terkait dua angka yang dianggap memiliki keterikatan kuat dengan perjalanan hidupnya. Angka yang dimaksud oleh kepala negara tersebut adalah angka 8 dan 13.

Dikutip dari sumber berita terkait, momen ini terjadi saat beliau memberikan sambutan di hadapan para ulama dan santri yang hadir. Kehadiran Presiden di Jombang menjadi salah satu agenda penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan organisasi keagamaan.

"Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar yang diberikan kepada saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8 hadir di Muktamar ke-35," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan beliau sebagai bentuk apresiasi atas undangan untuk membuka forum tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Beliau merasa terhormat dapat hadir di tengah-tengah para tokoh agama di Jombang.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa keterkaitan dengan angka-angka tersebut bukan sekadar kebetulan bagi dirinya. Angka 8 dan 13 diyakini Prabowo selalu muncul dalam berbagai fase penting di sepanjang karier maupun kehidupan pribadinya.

"Saya punya angka 8 dan 13 yang selalu hadir di hidup saya," kata Prabowo.

Pernyataan ini memberikan gambaran sisi personal sang Presiden di tengah agenda formal kenegaraan yang sedang dijalani. Para hadirin yang memadati lokasi Muktamar menyimak pesan tersebut dengan penuh khidmat.

Kegiatan pembukaan Muktamar ke-35 NU sendiri berjalan dengan lancar dan tertib. Acara ini menjadi simbol sinergi yang harmonis antara pemimpin nasional dengan elemen masyarakat sipil berbasis keagamaan di Indonesia.