TIMESINDONESIA.MY.ID - Dunia organisasi Nahdlatul Ulama kembali mencatatkan momen penting dalam agenda kepemimpinannya. KH Miftachul Akhyar secara resmi kembali mendapatkan amanah untuk memimpin jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Kepercayaan ini diberikan kepada beliau untuk menjalankan masa khidmat periode 2026-2031. Keputusan tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian agenda organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Peristiwa ini berlangsung dalam helatan Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Agenda besar ini dilaksanakan pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Proses pemilihan tersebut mencapai titik puncaknya dalam Sidang Pleno V yang digelar pada Minggu malam. Suasana persidangan berlangsung dengan khidmat hingga keputusan akhir diumumkan kepada seluruh peserta muktamar.
Dikutip dari Kompas.com, terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar didasarkan pada hasil musyawarah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Para anggota AHWA telah melakukan pertimbangan mendalam sebelum menentukan sosok pemimpin tertinggi di jajaran Syuriyah.
"Nama KH Miftachul Akhyar dipilih jadi Rais Aam kepengurusan masa khidmat 2026-2031," ujar Anwar Iskandar.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Anwar Iskandar selaku anggota AHWA yang mewakili forum dalam pengumuman resmi tersebut. Keputusan ini sekaligus menegaskan keberlanjutan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar di PBNU.
Pemilihan kembali ini mencerminkan kuatnya dukungan dan kepercayaan dari para kiai serta peserta muktamar terhadap kepemimpinan beliau. Diharapkan, amanah baru ini dapat membawa kemaslahatan bagi umat dan organisasi Nahdlatul Ulama ke depan.