TIMESINDONESIA.MY.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah Kalimantan Barat kini mulai memberikan dampak signifikan terhadap kondisi atmosfer di Kota Pontianak. Fenomena alam ini menjadi perhatian serius karena asap pekat menyebabkan perubahan warna langit secara drastis.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Jumat (28/8), langit di atas Kota Pontianak berubah menjadi kuning kecokelatan. Perubahan warna ini terjadi tepat pada siang hari, namun suasananya tampak menyerupai waktu sore hari.
Dikutip dari detikcom, kondisi langit yang menguning tersebut dipicu oleh tebalnya partikel asap yang berasal dari titik-titik api karhutla. Paparan asap yang cukup intens di udara membuat jarak pandang di wilayah tersebut mengalami penurunan drastis.
"Pekatnya asap karhutla bahkan hingga membuat langit Pontianak berwarna kuning kecokelatan," ujar pihak BMKG dalam keterangannya terkait situasi tersebut.
Kondisi udara yang memburuk ini menjadi perhatian utama masyarakat di Kalimantan Barat. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap titik api guna mencegah penyebaran asap yang lebih luas.
"Berdasarkan foto yang diterima detikcom, tampak langit di Kota Pontianak berwarna kuning imbas asap dari karhutla," kata pihak BMKG dalam keterangannya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga saat ini terus memberikan pembaruan informasi terkait kondisi cuaca dan kualitas udara. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat tetap waspada terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Kondisi asap karhutla juga membuat jarak pandang di wilayah udara Kalbar berkurang," tutur pihak BMKG dalam penjelasannya.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah mitigasi untuk menanggulangi karhutla. Langkah ini sangat krusial demi memulihkan kualitas udara dan aktivitas warga di Kota Pontianak agar kembali berjalan normal.