TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah video yang berisi prediksi mengenai potensi gempa besar di Indonesia tengah menjadi perhatian warganet di berbagai platform media sosial. Konten tersebut menyebarkan klaim bahwa akan terjadi bencana alam berskala besar sebelum tahun 2026 berakhir.
Dikutip dari Kompas.com, video tersebut dibuat oleh seorang pria bernama Frankie MacDonald yang berdomisili di Kota Sydney, Provinsi Nova Scotia, Kanada. Melalui kanal YouTube pribadinya, ia menyampaikan ramalan mengenai adanya potensi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 hingga 9,0 di wilayah Jawa dan Jakarta.
Video yang diunggah pada 3 September 2026 tersebut telah menarik perhatian publik dengan jumlah penayangan mencapai 25.517 kali. Hingga saat ini, konten tersebut juga telah mendapatkan 452 tanda suka dari para penontonnya.
Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi resmi. Pihaknya menegaskan bahwa informasi yang beredar luas di dunia maya tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang valid.
"Menurut saya, pernyataan tersebut tidak dapat disebut sebagai prediksi gempa yang valid secara ilmiah," kata Penjabat (Pj) Kendali Mutu Data Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi.
Dalam videonya, Frankie MacDonald mengklaim bahwa gempa dahsyat akan segera melanda Indonesia dan memicu kerusakan besar di berbagai wilayah. Ia bahkan menyebutkan secara spesifik bahwa dampak bencana tersebut akan dirasakan hingga ke Jakarta dan seluruh Pulau Jawa.
"Gempa bumi dahsyat lain akan melanda Indonesia sebelum 2026 berakhir. Hal ini akan menimbulkan banyak kerusakan di Indonesia, termasuk Jakarta dan Jawa," ujar Frankie MacDonald dalam videonya.
Pihak BMKG terus menekankan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara akurat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi milik pemerintah terkait mitigasi bencana.
"Saya ingin setiap orang di Indonesia siap menghadapi gempa bumi. Kita tidak bisa memprediksi gempa bumi," ujar Frankie MacDonald.