TIMESINDONESIA.MY.ID - Banyak masyarakat di Indonesia yang selama ini memegang teguh kepercayaan lama mengenai bahaya mengonsumsi biji-bijian kecil. Biji cabai atau biji jambu sering kali dianggap sebagai pemicu utama penyumbatan pada usus buntu jika tidak sengaja tertelan.
Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, kekhawatiran ini telah menjadi topik diskusi panjang di tengah masyarakat luas. Banyak orang merasa cemas saat tidak sengaja menelan biji-bijian tersebut karena takut akan risiko tindakan operasi di masa depan.
Guna menjawab keresahan publik yang berkembang, seorang pakar kesehatan memberikan klarifikasi secara medis. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman yang selama ini beredar di masyarakat.
Sosok yang memberikan penjelasan tersebut adalah Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K). Beliau menyampaikan informasi penting ini dalam sebuah konferensi pers daring.
Kegiatan konferensi pers tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026). Dalam kesempatan itu, dr Himawan menekankan pentingnya memahami fakta medis agar masyarakat tidak lagi merasa cemas berlebihan.
"Kekhawatiran masyarakat mengenai risiko biji-bijian yang menyebabkan penyumbatan usus buntu sebenarnya tidak sepenuhnya berdasar secara medis," ujar Dr dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K).
Beliau juga menambahkan bahwa sistem pencernaan manusia memiliki mekanisme tersendiri dalam memproses benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, konsumsi biji-bijian dalam jumlah wajar umumnya tidak akan langsung menimbulkan komplikasi medis yang serius.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak IDAI, diharapkan masyarakat kini dapat lebih bijak dalam menyikapi mitos kesehatan. Pemahaman yang benar sangat diperlukan agar pola makan sehari-hari tidak terganggu oleh ketakutan yang tidak beralasan.