TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebanyak 556 santri dan santriwati di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, dilaporkan mengalami keracunan massal. Peristiwa ini terjadi setelah para santri mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak terkait.
Dikutip dari detikJatim, insiden ini menjadi sorotan serius bagi jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pihak pemerintah saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab utama keracunan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan konsumsi. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan standar kesehatan makanan tetap terjaga.
"Ya ini sebetulnya Pak Ketua Satgas yang tadi melakukan rapat konsolidasi dengan tim Satgas MBG Jawa Timur ada Pak Wagub. Sebagai pemerintah ini terjadi kesekian kalinya tentu sangat prihatin," ujar Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, saat berada di Gedung DPRD Jatim pada Rabu (2/9/2026). Ia menekankan bahwa pemerintah sangat menyayangkan kejadian yang menimpa para santri tersebut.
Proses evaluasi menyeluruh saat ini sedang dilakukan oleh tim Satgas MBG Jawa Timur bersama pihak terkait lainnya. Langkah ini bertujuan untuk mencegah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh santri yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang memadai. Selain itu, pengawasan terhadap kualitas penyediaan makanan bergizi gratis akan diperketat secara signifikan.
Pihak pengelola pondok pesantren dan penyedia layanan gizi diharapkan kooperatif dalam memberikan keterangan selama proses investigasi. Pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan masalah ini demi menjamin keamanan konsumsi bagi para pelajar di lingkungan pendidikan.