TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kesehatan menimpa ratusan santri di Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini memicu perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk para tokoh agama.
Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, memberikan tanggapannya terkait musibah tersebut. Hal ini disampaikan saat beliau menghadiri sebuah acara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Sabtu (5/9/2026).
Dikutip dari Kompas.com, Gus Kikin menekankan bahwa kunci utama dalam pelaksanaan program pemerintah adalah integritas setiap pihak yang terlibat. Menurutnya, integritas menjadi fondasi agar tanggung jawab pekerjaan dapat dijalankan dengan maksimal.
"Integritas lah, kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan pekerjaannya ya mudah-mudahan enggak terjadi lagi," ujar Gus Kikin.
Ketika dimintai pandangan lebih lanjut mengenai apakah insiden tersebut merupakan cerminan dari rendahnya integritas, Gus Kikin memilih untuk bersikap hati-hati. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut berada di luar ranah kewenangan pribadinya.
"Integritas adalah hal fundamental agar setiap kegiatan berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing," kata Gus Kikin.
Lebih lanjut, Gus Kikin menjelaskan bahwa persoalan teknis di lapangan sering kali memiliki berbagai kemungkinan penyebab yang kompleks. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya penelusuran lebih mendalam untuk mengetahui akar masalah yang sebenarnya.
"Persoalan teknis tersebut memiliki beragam kemungkinan penyebab sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut," tutur Gus Kikin.
Pernyataan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara program untuk meningkatkan pengawasan dan standar kualitas. Keamanan konsumsi bagi para santri tentu menjadi prioritas utama agar program pemerintah dapat berjalan dengan lancar ke depannya.