TIMESINDONESIA.MY.ID - Stasiun Karet yang berlokasi di Jakarta Pusat dijadwalkan akan berhenti melayani penumpang KRL Jabodetabek mulai besok. Kebijakan ini menandai berakhirnya peran stasiun tersebut dalam melayani mobilitas pengguna kereta harian.

Dikutip dari detikcom, situasi di Stasiun Karet pada Senin (31/8/2026) masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Banyak penumpang yang memanfaatkan stasiun ini untuk naik maupun turun dari rangkaian KRL.

Kepadatan penumpang tampak jelas terlihat di area peron 1 yang melayani perjalanan dari arah Bekasi, Manggarai, hingga Cikarang. Kondisi ini mencerminkan tingginya ketergantungan warga terhadap akses transportasi publik di titik tersebut.

Sementara itu, peron 2 terpantau memiliki tingkat kepadatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan peron 1. Perbedaan volume penumpang di kedua peron tersebut menjadi pemandangan terakhir sebelum stasiun resmi ditutup.

"Stasiun Karet bakal berhenti melayani penumpang KRL Jabodetabek mulai besok," ujar keterangan resmi yang dikutip dari detikcom.

"Pantauan di lokasi menunjukkan Stasiun Karet masih dipadati penumpang yang naik dan turun KRL," kata sumber dari detikcom saat mengamati situasi terkini di lapangan.

"Kondisi peron 1 dari arah Bekasi, Manggarai, dan Cikarang lebih padat dibanding peron 2," ungkap laporan yang dikutip dari detikcom mengenai perbandingan situasi di peron stasiun.

Penutupan ini menjadi bagian dari rangkaian penataan fasilitas transportasi di wilayah Jakarta. Para pengguna moda transportasi KRL diharapkan dapat menyesuaikan jadwal dan rute perjalanan mereka mulai esok hari.

Pihak pengelola transportasi diharapkan telah memberikan sosialisasi yang memadai kepada masyarakat terkait perubahan akses ini. Langkah tersebut krusial agar tidak terjadi kebingungan bagi para pengguna setia KRL Jabodetabek.