TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau kembali memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. Kali ini, sebaran debu vulkanik terbawa angin hingga mencapai Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Kondisi tersebut mulai dirasakan mengganggu kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari. Debu yang menempel di permukaan jalan berisiko beterbangan saat dilalui kendaraan, sehingga berpotensi mengganggu pernapasan dan pandangan pengguna jalan.

Dikutip dari Kompas.com, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung segera mengambil langkah taktis. Mereka mengerahkan armada untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol.

Kegiatan pembersihan ini dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) malam. Armada pemadam bergerak perlahan menyisir titik-titik jalan utama guna memastikan air membasahi seluruh permukaan aspal yang tertutup debu.

Penyemprotan dilakukan dengan tujuan utama agar partikel debu vulkanik tidak kembali beterbangan ke udara. Dengan kondisi jalan yang basah, diharapkan mobilitas warga di malam hari menjadi lebih aman dan nyaman.

Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan tindak lanjut atas laporan yang masuk dari masyarakat. Pihaknya berupaya memberikan respons cepat agar dampak debu tidak semakin meluas.

"Terdapat keluhan dari warga mengenai keberadaan debu tersebut. Oleh karena itu, kami melakukan langkah penanggulangan secara responsif dengan harapan bisa meminimalisir dampak debunya," ujar Anthoni Irawan.

Langkah preventif ini diharapkan dapat membantu menjaga kualitas udara di jalanan kota selama sisa abu vulkanik masih terbawa angin. Pihak Damkarmat terus memantau situasi di lapangan demi memastikan lingkungan tetap kondusif bagi warga.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google