TIMESINDONESIA.MY.ID - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono atau yang akrab disapa Botok, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan tersebut terjadi pada 26 Agustus 2026, tepat sehari sebelum aksi unjuk rasa berlangsung di Gedung DPR RI.
Dikutip dari Kompas.com, momen tersebut menarik perhatian publik karena dilakukan hanya beberapa jam sebelum massa AMPB turun ke jalan. Banyak pihak sempat mempertanyakan urgensi dan tujuan dari komunikasi antara perwakilan pendemo dengan pimpinan DPR tersebut.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Botok membantah tegas anggapan bahwa pertemuan itu merupakan bagian dari skenario untuk meredam atau menghentikan aksi. Ia menegaskan bahwa pihak AMPB tetap berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Pati secara independen.
"Kalau demo setting-an enggak. Ini memang asli demo," ujar Botok.
Menurut Botok, pertemuan tersebut justru dimanfaatkan oleh pihaknya sebagai ruang strategis untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Langkah ini diambil agar pimpinan DPR memahami urgensi permasalahan yang sedang diperjuangkan oleh massa AMPB.
"Pertemuan itu justru menjadi kesempatan bagi AMPB untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan tekanan kepada pimpinan DPR agar tuntutan mereka ditindaklanjuti," kata Botok.
Pernyataan ini disampaikan Botok saat memberikan klarifikasi kepada media pada Sabtu (5/9/2026). Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa komunikasi politik yang dilakukan adalah upaya untuk memastikan aspirasi mereka didengar oleh pemangku kebijakan.
Dengan penjelasan ini, pihak AMPB ingin meluruskan narasi yang berkembang di publik terkait aksi yang digelar pada 27 Agustus 2026 tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi massa yang dilakukan adalah murni inisiatif dari masyarakat yang ingin menuntut perubahan dan tindak lanjut dari DPR RI.