TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah. Sebanyak 52 unit pesawat kini telah dikerahkan ke enam provinsi prioritas untuk melakukan operasi pemadaman.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi intensif guna mencegah meluasnya titik api yang berpotensi menimbulkan kabut asap berbahaya. Operasi ini melibatkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan efektivitas pemadaman di medan yang sulit dijangkau.

Dikutip dari Antara, wilayah yang menjadi fokus utama pengerahan armada udara ini meliputi enam provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pemantauan titik api yang terpantau melalui citra satelit dan observasi lapangan.

"Kami telah mengoperasikan total 52 pesawat untuk mempercepat proses pemadaman di enam provinsi yang terdampak karhutla," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.

Armada yang diturunkan tidak hanya berfungsi untuk menyiram air dari udara atau water bombing, tetapi juga melakukan teknologi modifikasi cuaca. Metode ini dianggap krusial untuk menciptakan hujan buatan di wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem.

Suharyanto menambahkan bahwa koordinasi di lapangan terus diperkuat agar seluruh pesawat dapat bekerja secara efisien. Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu menekan angka kebakaran secara signifikan dalam waktu dekat.

"Upaya ini dilakukan secara terintegrasi agar penanganan di lapangan bisa berjalan optimal dan titik api dapat segera dipadamkan," kata Suharyanto.

Operasi ini akan terus berlangsung hingga kondisi di enam provinsi tersebut dinyatakan aman dari ancaman kebakaran. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi dan menambah bantuan jika diperlukan demi menjaga kesehatan masyarakat dari paparan asap.

Selain pengerahan pesawat, tim darat juga tetap disiagakan untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke akarnya. Sinergi antara pemadaman udara dan darat menjadi kunci keberhasilan dalam menekan laju kerusakan lahan akibat karhutla.