TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau sempat mengganggu kenyamanan lingkungan di wilayah Lampung Selatan. Dampak material vulkanik tersebut menutupi bagian atap, halaman, hingga dedaunan di sejumlah fasilitas sekolah.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah terpaksa meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan. Langkah ini diambil guna memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan aman bagi para siswa.

Hingga Senin (7/9/2026) siang, tercatat sudah ada enam sekolah yang telah dibersihkan oleh tim Damkarmat. Petugas melakukan penyemprotan air secara menyeluruh pada bangunan dan area lingkungan sekolah untuk menghilangkan sisa abu.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar sekolah segera siap digunakan kembali. Pembersihan dilakukan saat para siswa masih menjalankan pembelajaran dari rumah akibat paparan abu.

"Kami memang fokus melakukan pembersihan debu ini kepada fasilitas pelayanan umum, seperti rumah sakit, jalanan protokol, sampai tempat ibadah," ujar Rully.

Petugas Damkarmat berharap dengan langkah pembersihan ini, risiko kesehatan bagi siswa dapat diminimalisir. Lingkungan yang bersih akan mendukung proses transisi kembali ke pembelajaran tatap muka setelah kondisi dinyatakan aman.

Hingga saat ini, pihak Damkarmat terus bersiaga untuk membantu masyarakat dalam menangani dampak abu vulkanik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga fasilitas publik tetap berfungsi dengan optimal.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google