TIMESINDONESIA.MY.ID - Insiden ambruknya plafon terjadi di SDN 004 Sebatik Tengah yang berlokasi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Peristiwa ini sempat terekam dalam sebuah video yang kemudian tersebar luas di tengah masyarakat.
Dikutip dari Kompas.com, kejadian ini menjadi perhatian publik karena kerusakan bangunan sekolah di wilayah perbatasan bukan kali pertama dialami. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Diketahui bahwa kerusakan tersebut menimpa bangunan yang merupakan bagian dari proyek pembangunan sekolah perbatasan tahun 2023. Proyek ini sebenarnya merupakan implementasi agenda strategis nasional untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di wilayah 3T.
Wilayah 3T yang dimaksud mencakup area Terdepan, Terluar, dan Tertinggal di garis perbatasan negara. Fokus utama dari program ini adalah melakukan renovasi total atau membangun kembali gedung sekolah yang sudah usang.
Plafon yang runtuh berada di ruang kelas 3 sekolah tersebut. Beruntungnya, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa karena para siswa sedang tidak berada di dalam kelas.
"Plafon kelas 3 yang ambruk. Itu kemarin waktu anak anak libur sekolah karena BDR imbas kabut asap. Alhamdulillah kejadiannya waktu libur, tak terbayang kalau pas anak anak belajar," ujar Sittiara Razak selaku Kepala Sekolah SDN 004 Seo Limau.
Kejadian ini memberikan dampak psikologis berupa kegelisahan bagi para tenaga pendidik di sekolah tersebut. Guru merasa khawatir akan keselamatan mereka maupun siswa saat berada di ruang kelas yang plafonnya rentan ambruk.
Pihak sekolah berharap ada peninjauan kembali terhadap kualitas konstruksi bangunan hasil proyek tahun 2023 tersebut. Hal ini penting guna memastikan keamanan seluruh warga sekolah selama proses kegiatan belajar berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah perbaikan permanen yang akan dilakukan oleh pihak terkait. Masyarakat berharap infrastruktur pendidikan di wilayah perbatasan mendapatkan perhatian yang lebih serius agar kejadian serupa tidak terulang kembali.