TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi psikis warga setempat. Bencana alam ini tidak hanya merusak bangunan fisik dan fasilitas umum, namun juga meninggalkan jejak trauma yang mendalam.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami guncangan mental akibat peristiwa tersebut. Rasa takut yang muncul pascagempa membuat mereka membutuhkan perhatian khusus agar dapat kembali beraktivitas dengan normal.

Kondisi tersebut menuntut adanya langkah nyata untuk memulihkan rasa percaya diri dan keamanan bagi anak-anak di daerah terdampak. Pendampingan psikologis dinilai sangat krusial agar mereka mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan sekitarnya.

Salah satu lokasi yang mendapatkan atensi adalah Desa Leong, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur. Di wilayah ini, anak-anak mulai diberikan intervensi untuk meredakan kecemasan yang mereka alami.

Metode yang diterapkan dalam pendampingan ini adalah Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis. Pendekatan ini dipilih karena dinilai efektif dalam memberikan dukungan emosional bagi korban bencana.

"Pendekatan PFA dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan yang aman, mendengarkan setiap keluh kesah serta perasaan anak secara empatik, sekaligus memberikan dukungan penuh agar mereka mampu melewati situasi sulit pascabencana," ujar salah seorang pendamping di lokasi tersebut.

Proses pemulihan ini juga melibatkan serangkaian aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. Hal tersebut dilakukan guna mengembalikan rasa nyaman dan keceriaan mereka setelah sempat terganggu oleh bencana.

"Kami melakukan pendampingan melalui berbagai aktivitas yang membuat anak merasa nyaman, termasuk bermain dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar," jelas tim pendamping di Desa Leong.

Langkah ini diharapkan mampu membantu anak-anak di Manggarai Timur untuk pulih sepenuhnya dari trauma. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar masa depan anak-anak di wilayah terdampak tetap terjaga dengan baik.