TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pembaruan data terkait kondisi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terbaru ini mencakup situasi hingga Minggu (30/8/2026).

Dikutip dari Kompas.com, total pengungsi yang tersebar di berbagai posko penampungan saat ini berjumlah 188.161 jiwa. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan dengan data sebelumnya.

"Jumlah pengungsi hari ini kami mendapatkan informasi sebesar 188.161 jiwa dan ini turun 4.142 orang. Ini berasal dari Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Berton dalam sesi konferensi pers yang diselenggarakan secara daring pada Minggu (30/8/2026). Ia menjelaskan perkembangan data terkini terkait evakuasi warga yang terdampak gempa bumi tersebut.

Berdasarkan data BNPB, konsentrasi pengungsi terbanyak saat ini berada di Kabupaten Nagekeo dengan jumlah 50.574 orang. Selain itu, Kabupaten Manggarai juga menampung sebanyak 50.556 pengungsi.

Sementara itu, wilayah Manggarai Timur mencatatkan jumlah pengungsi sebanyak 30.098 orang. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, Sabtu (29/8/2026), yang mencapai 31.372 jiwa.

Penurunan jumlah warga di tempat penampungan juga terjadi di wilayah Ngada. Saat ini, jumlah pengungsi di daerah tersebut tercatat sebanyak 19.394 orang, berkurang dari angka semula yaitu 21.552 jiwa.

Di sisi lain, terdapat beberapa wilayah yang jumlah pengungsinya tidak mengalami perubahan data. Wilayah tersebut meliputi Manggarai Barat dengan 27.564 jiwa, Sikka sebanyak 5.658 jiwa, dan NTT sebanyak 4.317 jiwa.

Pihak otoritas kebencanaan terus memantau perkembangan situasi di lapangan pascagempa. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.