TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Indonesia mengambil langkah sigap dalam upaya penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan sejumlah armada udara. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang terdampak.
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan. Ia menjelaskan bahwa pengerahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjangkau seluruh lokasi yang sulit diakses.
"Pemerintah juga sudah memberikan dukungan alutsista maupun armada udara sebanyak 10 unit untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit maupun mempercepat distribusi logistik," ujar Berton dalam sebuah konferensi pers daring yang diselenggarakan melalui kanal YouTube BNPB pada Senin (17/8/2026).
Rincian pengerahan armada udara ini terbagi di dua titik utama di Provinsi NTT. Sebanyak lima unit dikerahkan ke Labuan Bajo, sementara lima unit lainnya ditugaskan ke wilayah Maumere.
Pembagian ini diharapkan dapat memaksimalkan jangkauan bantuan dan memecah konsentrasi distribusi logistik yang krusial bagi para korban gempa.
Pemerintah secara tegas memprioritaskan beberapa aspek penting dalam penanganan bencana ini. Prioritas utama meliputi penanganan terhadap para korban, pemulihan layanan dasar yang esensial bagi masyarakat, serta kelancaran distribusi bantuan ke tujuh kabupaten yang dilaporkan terdampak.
"Dari data yang kami peroleh, sebanyak 1.467 tim gabungan TNI, Polri, dan instansi lain terus bekerja di lapangan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan untuk mengatasi keadaan di lapangan," tutur Berton Panjaitan mengenai upaya penanganan yang dilakukan tim gabungan di lapangan.
Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mengatasi dampak gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur.
Dikutip dari Kompas.com, pengerahan alutsista dan armada udara ini menjadi salah satu strategi vital dalam memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.