TIMESINDONESIA.MY.ID - Memperingati 21 tahun perdamaian di Aceh, tokoh nasional Jusuf Kalla menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai pijakan memperkuat pembangunan. Fokus utama adalah mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan di Tanah Rencong.
Aceh kini telah beralih dari fase konflik berkepanjangan yang telah berlangsung puluhan tahun. Peristiwa penting ini menandai dimulainya era baru pembangunan pasca-tercapainya kesepakatan damai.
"Hari ini tanggal 15 bertepatan dengan ulang tahun ke-21 perdamaian Aceh," ujar Jusuf Kalla. Ia menambahkan bahwa Aceh yang dulunya identik dengan konflik panjang kini telah berhasil menyelesaikan permasalahan tersebut.
Menurut Jusuf Kalla, perdamaian yang telah diraih menjadi titik awal krusial bagi masyarakat Aceh. Hal ini memungkinkan mereka untuk menata masa depan yang lebih cerah melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
"Sekarang ini zaman pembangunan Aceh, zaman bagaimana masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik," kata Jusuf Kalla, menekankan pentingnya memanfaatkan masa damai untuk kemajuan.
Pesan kuat disampaikan oleh Jusuf Kalla agar seluruh elemen masyarakat Aceh bersatu padu. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi daerah dan memastikan bahwa manfaat perdamaian dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Perayaan 21 tahun perdamaian ini diharapkan menjadi pengingat akan perjuangan yang telah dilalui. Selain itu, momen ini juga menjadi dorongan untuk terus bekerja keras demi masa depan Aceh yang lebih gemilang dan sejahtera.
Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya pembangunan ini. Dengan semangat kebersamaan, Aceh diharapkan terus berkembang menjadi provinsi yang maju, adil, dan makmur bagi seluruh warganya.
Dikutip dari KOMPAS.com, pidato Jusuf Kalla ini disampaikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dalam sebuah acara yang merayakan pencapaian perdamaian di Aceh.