TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sebelum musim hujan tiba. Upaya ini difokuskan pada percepatan penyerapan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan khusus untuk sektor tersebut.
Target ambisius ditetapkan agar realisasi anggaran pembangunan infrastruktur dapat melampaui angka 50 persen pada Agustus 2026. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari berbagai proyek yang sedang dan akan dikerjakan.
Dana tambahan TKD yang diterima Aceh Selatan berjumlah sekitar Rp 51,6 miliar. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan sebagian besar, yaitu Rp 26,1 miliar, untuk sektor infrastruktur prioritas.
Hingga kini, progres pekerjaan infrastruktur yang dibiayai dari TKD tersebut telah mencapai Rp 9,9 miliar. Angka ini merepresentasikan sekitar 37,9 persen dari total pagu anggaran yang telah ditetapkan untuk sektor ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan, Skar Fharaby, menjelaskan bahwa anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah pekerjaan yang dinilai paling mendesak. Hal ini dilakukan demi efektivitas dan efisiensi dalam pemanfaatan dana.
"Anggaran itu digunakan untuk sejumlah pekerjaan prioritas," ujar Skar Fharaby. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus pemerintah daerah pada proyek-proyek yang paling dibutuhkan masyarakat.
Pemanfaatan dana TKD ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Aceh Selatan untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik. Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut.
Dengan target serapan yang tinggi, diharapkan berbagai program pembangunan infrastruktur dapat terselesaikan tepat waktu. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi sehari-hari.
Upaya ini juga menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara efektif. Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan Aceh Selatan.