TIMESINDONESIA.MY.ID - Ketersediaan akses air bersih bagi masyarakat di Kota Bitung saat ini masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga di wilayah tersebut belum mendapatkan layanan dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum.
Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung, Devie. Pihaknya menyoroti pentingnya langkah konkret untuk memperluas jangkauan distribusi air bersih ke seluruh pelosok kota.
Dikutip dari media lokal, legislator dari Partai Perindo ini menekankan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Kesenjangan akses yang mencapai 53 persen dianggap sebagai angka yang cukup signifikan dan memerlukan penanganan segera.
"Saya mendesak agar manajemen Perumda Air Minum segera melakukan evaluasi menyeluruh serta penguatan internal demi meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat yang belum terjangkau," ujar Devie.
Selain menyoroti sisi teknis, Devie juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan sarana dan prasarana distribusi air. Menurutnya, hambatan yang ada saat ini harus diurai agar hak masyarakat atas air bersih dapat terpenuhi dengan baik ke depannya.
"Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih besar melalui penyuntikan modal atau perbaikan infrastruktur agar distribusi air bisa merata bagi warga yang selama ini belum terlayani," kata Devie.
Pihaknya berharap agar pihak Perumda Air Minum dapat bersinergi dengan legislatif dalam merancang strategi jangka pendek maupun panjang. Hal ini bertujuan agar target pelayanan air bersih di Kota Bitung dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Langkah penguatan ini diharapkan mampu menekan angka persentase warga yang belum mendapatkan air bersih. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap rumah tangga di Bitung memiliki akses yang layak terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Hingga saat ini, pihak terkait terus memantau perkembangan efektivitas operasional Perumda Air Minum di lapangan. Perbaikan kualitas layanan diharapkan dapat segera dirasakan dampaknya oleh warga yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air bersih.