TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tengah berupaya keras memulihkan denyut ekonomi para nelayannya. Upaya ini difokuskan pada percepatan normalisasi muara Krueng Meureudu yang sebelumnya terdampak pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Normalisasi ini bertujuan utama untuk membuka kembali akses vital bagi para nelayan agar dapat kembali melaut dan menjalankan aktivitas pencarian nafkah mereka. Pendangkalan yang terjadi pascabencana telah menghambat pergerakan kapal nelayan.

Prioritas utama pengerukan kini diarahkan pada sisi kiri hilir muara. Langkah strategis ini diambil agar kapal-kapal nelayan dapat segera melintas dan beraktivitas tanpa harus menunggu seluruh proses normalisasi muara selesai sepenuhnya.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menegaskan bahwa percepatan pemulihan aktivitas nelayan menjadi motivasi utama di balik langkah ini. Ia melihat urgensi agar masyarakat nelayan dapat segera kembali berpenghasilan.

"Untuk penanganan ini, saya sudah mengarahkan agar pengerukan dilakukan di sebelah kiri terlebih dahulu," ujar Sibral Malasyi, menjelaskan strategi yang diambil.

Ia menambahkan bahwa percepatan akses laut ini krusial untuk kelangsungan hidup para nelayan. "Dengan begitu, masyarakat yang ingin melaut bisa lebih cepat memanfaatkan jalur tersebut. Kalau menunggu seluruhnya selesai, masyarakat tetap tidak bisa melaut," tegasnya.

Pernyataan Bupati Sibral Malasyi ini disampaikan langsung saat dirinya meninjau langsung progres normalisasi muara Krueng Meureudu pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pengerukan yang diprioritaskan pada sisi kiri muara merupakan langkah taktis yang memungkinkan masyarakat nelayan untuk kembali berlayar. Hal ini sembari pekerjaan normalisasi di bagian muara lainnya terus dilanjutkan secara paralel.

Keputusan untuk memprioritaskan pengerukan di sisi kiri hilir muara diambil sebagai solusi jitu agar para nelayan tidak perlu menunggu hingga seluruh pekerjaan normalisasi rampung. Hal ini memungkinkan mereka untuk segera kembali beraktivitas ekonomi.