TIMESINDONESIA.MY.ID - Memiliki teman yang kerap menunjukkan reaksi emosional berlebihan terhadap hal-hal kecil, atau yang akrab disebut "baper", bisa menjadi tantangan tersendiri dalam sebuah pertemanan. Perilaku ini seringkali membuat orang di sekitarnya merasa bingung dan serba salah.

Kondisi seseorang yang mudah terbawa perasaan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks. Pengalaman hidup masa lalu, cara pandang terhadap suatu situasi, kondisi kejiwaan, hingga tantangan yang sedang dihadapi saat ini, semuanya berkontribusi pada tingkat sensitivitas seseorang.

Namun, di balik kerumitan tersebut, ada satu faktor yang kerap terlewatkan. Kurangnya aktivitas fisik dapat menjadi salah satu alasan mengapa seseorang cenderung mudah "baper" dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Psikolog Olahraga Dian Wisnuwardhani mengemukakan pandangannya mengenai kaitan antara kebiasaan gerak badan dengan kestabilan emosi. Ia menyoroti bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab umum seseorang menjadi sensitif berlebihan.

"Kurangnya aktivitas fisik dapat menjadi salah satu alasan mengapa seseorang cenderung mudah 'baper' dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Dian Wisnuwardhani.

Hal ini berarti, menurut pandangan Dian Wisnuwardhani, bahwa menjaga kebugaran fisik melalui olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental seseorang.

Pola hidup sedentari atau minim gerak dapat memengaruhi keseimbangan kimia di otak yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Ketika tubuh tidak aktif secara fisik, produksi hormon-hormon positif seperti endorfin bisa berkurang.

Kurangnya endorfin ini kemudian dapat memicu perasaan cemas, mudah tersinggung, atau bahkan depresi ringan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan bereaksi emosional terhadap stimulus yang sebenarnya tidak terlalu berarti.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan dan psikolog menganjurkan untuk rutin melakukan aktivitas fisik. Bentuknya bisa beragam, mulai dari jalan santai, bersepeda, hingga berolahraga intensitas sedang lainnya.