TIMESINDONESIA.MY.ID - Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Peristiwa alam ini terjadi pada Minggu (30/8/2026) malam.

Dikutip dari Kompas.com, letusan gunung api tersebut tercatat terjadi tepat pada pukul 21.25 Wita. Kejadian ini sempat diiringi dengan suara dentuman yang terdengar oleh warga sekitar.

Berdasarkan data yang terekam pada seismogram, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum sebesar 40 mm. Fenomena ini menunjukkan adanya pergerakan magma di dalam kawah gunung.

"Durasi letusan tercatat berlangsung selama kurang lebih 1 menit 20 detik," ujar Jefri Pugel, petugas pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok.

Letusan ini juga berdampak pada munculnya kolom abu vulkanik yang cukup signifikan di atas puncak gunung. Ketinggian kolom abu tersebut teramati mencapai 600 meter dari puncak gunung atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas yang tebal dan membubung ke arah barat," kata Jefri Pugel.

Meskipun terjadi erupsi, pihak berwenang meminta masyarakat di sekitar lereng gunung untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak benar. Situasi saat ini masih dalam pantauan ketat oleh petugas pos pengamatan setempat.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut. Warga juga diimbau untuk selalu mengikuti instruksi resmi dari otoritas terkait guna memastikan keselamatan bersama.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas publik atau evakuasi warga akibat letusan tersebut. Pihak PGA terus melakukan pemantauan intensif terhadap setiap perubahan aktivitas vulkanik yang terjadi.