TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi atmosfer di Kota Padang, Sumatera Barat, menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan pada Senin (7/9/2026) pagi. Hal ini dipicu oleh tingginya konsentrasi partikel debu halus yang menyelimuti wilayah ibu kota provinsi tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, pemantauan intensif yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat mengungkapkan bahwa kualitas udara saat ini telah masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Data teknis menunjukkan bahwa nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Padang telah menyentuh angka 299. Angka tersebut mengacu pada parameter kritis PM2.5 yang terpantau melonjak tajam.

"Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara, nilai ISPU adalah 299 dengan parameter kritis PM2.5. Kualitas udara Kota Padang berada pada kategori sangat tidak sehat," ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Sumbar, Desrizal.

Pihak otoritas lingkungan hidup mengonfirmasi bahwa lonjakan konsentrasi PM2.5 ini terjadi secara drastis dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kondisi ini menuntut perhatian serius bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Desrizal mengungkapkan bahwa fluktuasi konsentrasi PM2.5 tercatat berada pada rentang yang cukup tinggi. Angka tersebut berkisar antara 49 hingga 568 mikrogram per meter kubik.

"Konsentrasi PM2.5 dalam rentang 24 jam berada pada kisaran 49 hingga 568 mikrogram per meter kubik, dengan rata-rata harian mencapai 249 m³," kata Desrizal.

Masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah. Langkah pencegahan seperti membatasi aktivitas fisik di luar rumah sangat dianjurkan selama kondisi udara belum kembali normal.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google