TIMESINDONESIA.MY.ID - Kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur ditutup sementara untuk seluruh aktivitas wisata menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan di area taman nasional. Kebijakan pembatasan akses ini diberlakukan secara ketat guna mencegah terjadinya korban jiwa serta menjamin keselamatan masyarakat sekitar.
Langkah penutupan total diambil untuk mempermudah pergerakan petugas gabungan dalam memadamkan kobaran api dan menyisir titik-titik rawan. Cuaca kering serta tiupan angin kencang di kawasan pegunungan membuat proses pemadaman membutuhkan konsentrasi penuh dari para relawan dan petugas.
Dikutip dari Antara, pihak pengelola menegaskan bahwa sterilisasi kawasan kaldera dan jalur pendakian merupakan prioritas utama dalam mitigasi bencana ini.
"Penutupan kawasan secara menyeluruh dilakukan demi memprioritaskan keselamatan pengunjung serta mempercepat proses pemadaman api di lapangan," ujar Septi Eka Wardhani.
Bagi masyarakat yang telah merencanakan kunjungan, pihak pengelola memberikan solusi praktis berupa mekanisme penjadwalan ulang kunjungan atau reschedule. Calon wisatawan disarankan untuk tidak membatalkan tiket secara tergesa-gesa dan dapat memeriksa panduan penyesuaian tanggal kedatangan melalui kanal resmi pemesanan tiket daring.
"Para calon pengunjung yang sudah membeli tiket dapat mengajukan penyesuaian jadwal kunjungan setelah jalur resmi dinyatakan aman untuk dibuka kembali," kata Septi.
Sebagai alternatif kegiatan berlibur, wisatawan yang sudah terlanjur tiba di wilayah Malang Raya atau Probolinggo dapat mengalihkan rute ke destinasi alam lain yang aman. Pilihan berkunjung ke kawasan wisata perkebunan, air terjun, maupun destinasi edukasi budaya di area perkotaan menjadi solusi efektif agar agenda liburan keluarga tetap menyenangkan.
Wisatawan dan warga yang berada di sekitar lingkar Bromo juga disarankan untuk selalu melengkapi diri dengan masker pelindung debu. Langkah ini bermanfaat guna melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik serta kabut asap sisa kebakaran yang dapat terbawa hembusan angin.
Selain itu, seluruh pihak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan bersama dengan tidak menyalakan api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya titik api di musim kemarau.