TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa pertikaian antarwarga yang melibatkan masyarakat Desa Lisabata dan Desa Patahuwe di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku. Situasi yang sempat memanas tersebut mengakibatkan timbulnya korban luka dan kerusakan sejumlah bangunan milik warga.
Dikutip dari KOMPAS.com, insiden gesekan antarwarga di dua desa tersebut mengakibatkan setidaknya empat orang menderita luka-luka akibat terkena proyektil senapan angin. Selain jatuhnya korban fisik, sebanyak 27 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar selama pertikaian berlangsung.
Merespons peristiwa tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan dukungannya terhadap upaya aparat gabungan TNI dan Polri dalam memulihkan keamanan. Pemerintah daerah menghendaki agar proses penegakan hukum dilaksanakan secara transparan dan tuntas terhadap siapa saja yang memicu kekisruhan.
"Kami mempercayakan proses penanganan situasi keamanan serta penegakan hukum kepada jajaran TNI dan Polri, sekaligus mendukung penuh tindakan tegas kepada siapa pun pelaku perusakan maupun aktor yang memicu pertikaian," kata Hendrik pada Sabtu (12/9/2026).
Dukungan tersebut dipandang penting demi mengembalikan stabilitas kamtibmas di Kecamatan Taniwel dan sekitarnya. Kehadiran personel keamanan di lapangan juga diharapkan dapat mencegah potensi perselisihan susulan agar warga bisa kembali beraktivitas dengan tenang.
Selain mendorong langkah hukum, Pemerintah Provinsi Maluku memprioritaskan penanganan pascainsiden bagi masyarakat yang terdampak langsung. Gubernur Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak pemerintah kabupaten terus dimatangkan untuk mengatasi berbagai kerugian yang muncul.
"Pemerintah Provinsi Maluku kini berkoordinasi bersama Pemkab Seram Bagian Barat guna mengambil langkah-langkah penting sesuai kewenangan demi menangani serta memitigasi dampak bentrokan di Desa Lisabata dan Patahuwe," tutur Hendrik.
Kerja sama antarinstansi pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat proses penanganan warga yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan medis. Di samping itu, seluruh elemen masyarakat diimbau agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.