TIMESINDONESIA.MY.ID - Lembaga survei Poltracking Indonesia baru saja memublikasikan data terbaru mengenai persepsi publik terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Hasil temuan ini menyoroti adanya tren penurunan tingkat kepuasan masyarakat yang berlangsung secara bertahap sejak bulan Mei lalu.

Dikutip dari Kompas.com, survei berskala nasional ini dilaksanakan dengan tujuan memotret efektivitas fungsi-fungsi legislatif yang dijalankan oleh para anggota dewan. Data ini diharapkan menjadi evaluasi bagi lembaga legislatif dalam menjalankan tugas konstitusionalnya ke depan.

Terkait temuan tersebut, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, memberikan penjelasan mengenai dinamika kepuasan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa data lapangan menunjukkan adanya pergeseran persepsi masyarakat terhadap fungsi DPR secara umum.

"Jika kita cermati secara mendalam, tren kepuasan publik terhadap fungsi-fungsi legislatif dan kinerja DPR kita saat ini memang sedang berada dalam tren penurunan," ujar Hanta Yuda.

Proses pengumpulan data dalam survei ini dilakukan pada rentang waktu 14 hingga 20 Agustus 2026. Poltracking Indonesia melibatkan sebanyak 1.220 responden yang tersebar secara nasional untuk mendapatkan gambaran yang representatif.

Metode yang digunakan dalam survei ini adalah wawancara tatap muka secara langsung dengan responden terpilih. Pendekatan ini dipilih guna memastikan akurasi data yang dikumpulkan selama periode survei berlangsung di bulan Agustus tersebut.

Dari sisi teknis, Poltracking Indonesia menerapkan metode multi-stage random sampling untuk menentukan responden. Metode ini diklaim mampu menjaga objektivitas hasil survei dengan tingkat margin of error sebesar 2,9 persen.

Hasil survei ini disampaikan secara terbuka melalui kanal YouTube Poltracking TV pada Senin (31/8/2026). Publikasi ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk memberikan informasi transparan terkait potret kondisi politik dan sosial di Indonesia.

Dengan adanya data ini, diharapkan para pemangku kebijakan dapat melakukan refleksi atas kinerja yang telah berjalan. Penurunan tingkat kepuasan ini tentu menjadi catatan penting bagi DPR untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik melalui kinerja yang lebih optimal.