TIMESINDONESIA.MY.ID - Indonesia telah dipastikan akan menjadi tuan rumah untuk perhelatan Inter-Parliamentary Speakers’ Conference (ISC) yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis dalam memperkuat diplomasi parlemen di tingkat global.
Penetapan Indonesia sebagai penyelenggara ISC edisi ketiga ini diputuskan secara aklamasi. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan para pimpinan parlemen dari berbagai negara peserta ISC ke-2 yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja.
Dikutip dari Kompas.com, terpilihnya Indonesia dalam forum bergengsi ini dipandang sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap peran parlemen tanah air. Kepercayaan ini diberikan kepada Indonesia melalui Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Ketua DPD RI, Sultan Najamudin, memberikan tanggapan terkait penunjukan tersebut. Beliau menilai bahwa tanggung jawab ini merupakan bukti nyata dari pengakuan dunia internasional terhadap kapasitas parlemen Indonesia.
"Penunjukan Indonesia ini sekaligus membangun dan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap parlemen Indonesia," ujar Sultan Najamudin.
Sultan Najamudin juga menekankan bahwa posisi sebagai tuan rumah ini membawa implikasi yang cukup besar bagi negara. Baginya, peran ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan tugas penting yang harus dijalankan dengan dedikasi tinggi.
"Penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara ISC yang ketiga merupakan wujud kepercayaan dunia ke parlemen Indonesia melalui DPD RI," tutur Sultan Najamudin.
Lebih lanjut, Sultan memandang bahwa amanah ini harus dimaknai dengan bijak. Ia menyatakan bahwa kepercayaan dari komunitas parlemen dunia tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi bangsa.
"Sultan memandang penunjukan tersebut sebagai suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab," sebagaimana dikutip dari Kompas.com.