TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Indonesia terus memantau intensitas fenomena iklim El Nino yang diprediksi akan melanda pada tahun 2026. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, secara resmi menyatakan bahwa kondisi El Nino kali ini diperkirakan memiliki kekuatan luar biasa.

Kekuatan El Nino 2026 ini bahkan disamakan dengan periode El Nino pada tahun 2015, yang kala itu menimbulkan ancaman tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan dilakukan secara berkala bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"BMKG secara resmi mengatakan El Nino pada saat ini sangat kuat, sering dikatakan El Nino Godzilla. Istilah baku mereka adalah sangat kuat," ujar Raja Juli Antoni saat menghadiri rapat Komisi IV DPR di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap potensi karhutla yang mungkin timbul akibat kekeringan yang dipicu oleh fenomena tersebut.

Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh BMKG, intensitas El Nino saat ini tercatat berada pada level yang sangat kuat. Hal ini ditunjukkan dengan indeks Nino 3.4 yang telah mencapai angka +2,19.

"Per hari ini lebih tinggi dari 2015. Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG," lanjut Raja Juli Antoni mengenai perbandingan data tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan secara intensif berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan iklim. Langkah ini krusial dalam upaya mitigasi dan pencegahan dini.

Perbandingan dengan El Nino 2015 menjadi sorotan penting karena pada tahun tersebut terjadi peningkatan kasus karhutla yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kewaspadaan ekstra diperlukan.

"El Nino pada saat ini sangat kuat, sering dikatakan El Nino Godzilla. Istilah baku mereka adalah sangat kuat," ujar Raja Juli Antoni.