TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden yang mengkhawatirkan terjadi di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, di mana monyet liar dilaporkan menyerang permukiman warga. Peristiwa ini telah menimbulkan keresahan dan membutuhkan perhatian mendalam dari berbagai pihak.
Serangan monyet liar tersebut dilaporkan telah menyebabkan belasan warga menjadi korban. Kejadian ini menggarisbawahi perlunya penanganan yang serius dan komprehensif terhadap fenomena satwa liar yang masuk ke area permukiman.
Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, memberikan pandangannya mengenai pentingnya pendekatan yang tepat dalam menangani kasus tersebut. Ia menekankan bahwa setiap tindakan harus mempertimbangkan berbagai aspek krusial.
"Penanganan harus mengutamakan keselamatan warga sekaligus memastikan satwa dilindungi ditangani sesuai kaidah konservasi," ujar Johan kepada Kompas.com pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Johan Rosihan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap penanganan insiden yang melibatkan satwa liar. Hal ini menjadi landasan penting dalam merumuskan solusi yang efektif dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penanganan tersebut juga harus dilakukan secara bijaksana. Pendekatan yang hati-hati diperlukan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas, namun penanganannya juga harus dilakukan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi satwa liar," jelas Johan.
Anggota DPR tersebut juga memandang bahwa fenomena monyet liar yang menyerang permukiman warga ini umumnya tidak terjadi secara terisolasi. Ada kemungkinan faktor-faktor lain yang turut berkontribusi terhadap kejadian tersebut.
"Ia memandang fenomena tersebut umumnya tidak berdiri sendiri," ujar Johan Rosihan, mengindikasikan adanya kompleksitas di balik kasus ini.